
Adnan Achmad wali murid dari Airul Aliq Sadang yang telah menganiaya P. Dasrul salah satu Guru SMKN 2 Makassar, mengaku berprofesi sebagai seorang wartawan saat digelandang Polisi ke Mapolsek Tamalate, Rabu (10/08/2016)
Dikutip dari Rakyatku.com, Kejadian berawal saat dirinya tiba di kelas 2.2 sekira pukul 08.00 Wita. Dia meminta siswa-siswanya mengeluarkan alat gambar.
Namun, MA, salah satu muridnya tidak membawa satupun alat yang ditugaskan. "Dia tidak bawa tugasnya perlengkapan gambar berupa pensil, mistar, dan buku gambar. Tapi saya tidak personalkan itu," kata Dasrul di Mapolsek Tamalate.
Meski demikian, dia jengkel lantaran MA keluar masuk kelas tanpa izin saat proses belajar mengajar berlangsung.
"Anak itu keluar masuk pergi kantin dan WC. Jadi saya larang. Tapi malah dikeluarkan kata kotor, jadi saya tegur dan tepuk di bagian badan," jelasnya.
Tidak terima dengan perlakuan guru, MA langsung menghubungi ayahnya untuk melapor.
"Dia memang bandel. Padahal sudah dilarang bawa Hp tapi dia tetap bawa. Jadi setelah kejadian, saya pindah mengajar Arsitektur di kelas 2,1. Begitu selesai mengajar saya keluar dan menuju ruang kurikulum," ucapnya.
sejumlah rekan orangtua siswa terlihat berada di Mapolsek Tamalate. Tidak terkecuali pihak sekolah SMKN 2 Makassar dan keluarga korban juga memadati Polsek yang berada di Jalan Danau Tanjung Bunga.

P Dasrul
Diberitakan sebelumnya. Dasrul (52) yang merupakan guru arsitektur di SMK N 2 Makassar menjadi korban penganiayaan yang dilakukan orang tua siswanya sendiri di dalam lingkungan sekolah siang tadi.
No comments:
Post a Comment